PENTINGNYA ANALISIS BIAYA KUALITAS TERHADAP KUANTITAS KERUSAKAN PRODUK PADA PT SAETI BETON PRACETAK DI GRESIK
DOI:
https://doi.org/10.30640/ekonomika45.v2i2.20Keywords:
biaya kualitas, pengendalian kualitas, kuantitas kerusakan produk.Abstract
Persaingan bisnis yang begitu kompetitif saat ini menuntut setiap perusahaan untuk mampu bersaing, agar perusahaan bisa bertahan hidup, berkembang dan mencapai tujuan yang diinginkan yaitu memperoleh laba yang optimal. Oleh karena itu peranan akuntansi manajemen dalam masalah pengendalian kualitas atas produk yang dihasilkan menjadi perhatian utama. Pelaksanaan pengendalian kualitas tidak lepas dari biaya kualitas yang harus dikeluarkan oleh perusahaan, karena untuk menghasilkan kualitas yang tinggi dibutuhkan biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan baik internal maupun eksternal. Kegiatan pengendalian tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sehingga diperoleh output yang benar-benar baik, sehingga akan menekan atau mengurangi jumlah produk yang rusak, karena apabila dalam proses produksi banyak terjadi produk rusak, maka perusahaan akan mengalami kerugian yang diakibatkan oleh banyaknya biaya, tenaga waktu yang dikeluarkan. Dengan dikeluarkannya biaya kualitas diharapkan dapat menekan kerugian yang disebabkan oleh produk rusak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan alasan tidak menggunakan pengujian statistik Ruang lingkup penelitian ini yaitu membahas pengendalian kualitas dan biaya kualitas untuk produksi jenis square pile. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya kualitas yang telah dikeluarkan perusahaan sudah cukup efisien karena perbandingan total biaya kualitas terhadap penjualan masih dibawah standar yang ditetapkan yaitu 2,5 % dimana pada tahun 2012 sebesar 1,39 %, tahun 2013 sebesar 1,58 % dan tahun 2014 sebesar 1,18 % dari penjualan.Dan tingkat kerusakan produk dari tiga tahun tersebut menurun dan masih dibawah standar yang ditetapkan yaitu 1 %, dimana pada tahun 2012 sebesar 0,47 %, tahun 2013 sebesar 0,62 % dan tahun 2014 sebesar 0,45 %.