Edukasi Biosekuriti dan Pendampingan Vaksinasi sebagai Upaya Pencegahan PMK di Peternakan Rakyat

Authors

  • Widia Safitri Universitas Negeri Padang
  • Ade Meliala Universitas Negeri Padang
  • Rita Suzana Universitas Negeri Padang
  • Sedrisa Lidya Pertiwi Universitas Negeri Padang
  • Sucia Fadillah Universitas Negeri Padang
  • Nur Rahmi Universitas Negeri Padang
  • Varhanno Khallifatull Khanh Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.30640/abdimas45.v5i1.7786

Keywords:

Biosecurity, FMD, Smallholder Farmers, Collaboration, Vaccination

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tetap menjadi tantangan utama bagi sektor peternakan Indonesia karena penularannya yang tinggi dan dampak ekonomi yang besar terhadap produksi hewan. Penerapan langkah-langkah biosekuriti di tingkat peternakan kecil merupakan strategi kunci untuk mengurangi risiko penularan penyakit; namun, penerapannya masih terhambat oleh pengetahuan petani yang terbatas dan praktik pengelolaan yang tidak konsisten. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan praktis petani dalam menerapkan langkah-langkah biosekuriti sekaligus mendorong partisipasi mereka dalam program vaksinasi PK nasional di Nagari Suayan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Indonesia. Program ini dilaksanakan dalam tiga fase berurutan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil program dinilai menggunakan daftar periksa observasi dan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) untuk mengidentifikasi perubahan pengetahuan, persepsi, dan praktik pengelolaan peserta setelah intervensi. Temuan menunjukkan peningkatan kesadaran petani mengenai pencegahan PK, yang tercermin dalam praktik kebersihan kandang yang lebih baik, penyediaan fasilitas disinfeksi, pembatasan pergerakan hewan, dan peningkatan partisipasi dalam kegiatan vaksinasi yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat. Selain memperkuat kapasitas petani, program ini juga meningkatkan kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan komunitas pertanian, sehingga memberikan landasan bagi inisiatif pencegahan penyakit hewan berbasis komunitas yang berkelanjutan.

References

Agustiar, R., Triatmojo, A., Agus, A., & Guntoro, B. (2026). Livestock disease vaccination in rural Indonesia: A study on communication strategies and community participation. Buletin Peternakan, 50(1), 42–53. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v50i1.111049

Balai Veteriner Bukittinggi. (2025a). Karakteristik epidemiologi penyakit mulut dan kuku di Provinsi Sumatera Barat tahun 2022–2023. https://bvetbukittinggi2.ditjenpkh.pertanian.go.id/artikel/karakteristik-epidemiologi-penyakit-mulut-dan-kuku-di-provinsi-sumatera-barat-tahun-2022---2023

Balai Veteriner Bukittinggi. (2025b). Sumbar bicara penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di TVRI Sumbar. https://bvetbukittinggi2.ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/sumbar-bicara-penanganan-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku--pmk--di-tvri-sumbar

Brahmantika, I. M. A., Tenaya, I. W. M., Suartini, I. G. A. A., & Mufa, R. M. D. (2024). The knowledge level of farmers of biosecurity post of foot and mouth disease epidemic in Medahan Village, Blahbatuh District, Gianyar Regency, Bali. Buletin Veteriner Udayana, 16(2). https://doi.org/10.24843/bulvet.2024.v16.i02.p05

Brown, E., Nelson, N., Gubbins, S., & Colenutt, C. (2022). Airborne transmission of foot-and-mouth disease virus: A review of past and present perspectives. Viruses, 14(5), 1009. https://doi.org/10.3390/v14051009

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat. (2023). Laporan tahunan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat tahun 2023. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Djati, M. S., Kuswati, T. E. S., Septian, W. A., & Wahyuni, R. D. (2023). Penguatan sistem biosecurity pasca penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada peternakan sapi pedaging di Pesantren Al Fatih Kabupaten Pamekasan. Jurnal Ilmiah Aplikasi Teknologi (JIAT), 9(2), 62–69. https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2023.09.02

Hutabarat, T. S. P. N., Akoso, B. T., Putra, A. A. G., Heriyanto, A., Zoelkarnain, M., Trigunadi, B., Sosiawan, H. B., & Irtisan, I. (2022). Pedoman kesiagaan darurat veteriner Indonesia seri: Penyakit mulut dan kuku (KIAT VETINDO PMK) edisi 3.1. Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Makovska, I., Chantziaras, I., Caekebeke, N., Dhaka, P., & Dewulf, J. (2024). Assessment of cleaning and disinfection practices on pig farms across ten European countries. Animals, 14(4), 593. https://doi.org/10.3390/ani14040593

Merdana, I. M., Sudimartini, L. M., Samsuri, & Ardana, I. B. K. (2024). Komunikasi informasi dan edukasi pencegahan penyakit mulut dan kuku pada sapi Bali. Buletin Udayana Mengabdi, 23(6).

Natalia, N., Suada, I. K., & Sari, T. K. (2024). Level of knowledge and implementation of cattle barn biosecurity related to prevention of foot and mouth disease in Gianyar Bali. Buletin Veteriner Udayana, 16(3). https://doi.org/10.24843/bulvet.2024.v16.i3.p19

Pawestri, W., Riyanto, J., Yanti, Y., Wati, A. K., & Cahyadi, M. (2025). Improving livestock health through the implementation of prevention and treatment of foot and mouth diseases. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(4). https://doi.org/10.20527/btjpm.v7i4.16778

Salman, A., Susetya, H., Indarjulianto, S., & Budiyanto, A. (2025). Spatiotemporal analysis of the re-emerging foot and mouth disease outbreak in Central Java, Indonesia. Open Veterinary Journal, 15(6), 2703–2714. https://doi.org/10.5455/OVJ.2025.v15.i6.39

Seifu, K., Muluneh, A., Getachew, Y., Jibril, Y., & Negussie, H. (2023). Epidemiological study and dairy farmers’ knowledge, attitudes, and practices on foot and mouth disease in central Ethiopia. Heliyon, 9(5), e15771. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e15771

Sieng, S., Patrick, I. W., Windsor, P. A., Walkden-Brown, S. W., Sar, C., Smith, R. G. B., & Kong, R. (2022). Knowledge, attitudes and practices of smallholder farmers on foot and mouth disease control in two Cambodian provinces. Transboundary and Emerging Diseases, 69(4), 1983–1998. https://doi.org/10.1111/tbed.14182

Sukoco, H., Wahyuni, S., Utami, S., Cahyani, A. P., Andanawari, S., & Siswanto, F. M. (2023). Foot and mouth disease (FMD): Etiology, pathogenesis, prevention and control in even or split hoofed livestock. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 18(4), 268–273. https://doi.org/10.31186/jspi.id.18.4.268-273

Suryanah, S., Irawan, M., Arypin, M., & Suganda, Y. (2025). Education and livestock health services in the prevention and treatment of foot and mouth disease on smallholder farms in Cianjur Regency. Media Kontak Tani Ternak, 7(1), 70–78. https://doi.org/10.24198/mkttv7i1.65648

Wales, A. D., Gosling, R. J., Bare, H. L., & Davies, R. H. (2021). Disinfectant testing for veterinary and agricultural applications: A review. Zoonoses and Public Health, 68(5), 361–375. https://doi.org/10.1111/zph.12830

World Health Organization. (2023). One Health joint plan of action: Strengthening health systems at the human–animal–environment interface. WHO Press.

World Organisation for Animal Health. (2021). Foot and mouth disease (infection with foot and mouth disease virus). https://www.woah.org/en/disease/foot-and-mouth-disease

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Widia Safitri, Ade Meliala, Rita Suzana, Sedrisa Lidya Pertiwi, Sucia Fadillah, Nur Rahmi, & Varhanno Khallifatull Khanh. (2026). Edukasi Biosekuriti dan Pendampingan Vaksinasi sebagai Upaya Pencegahan PMK di Peternakan Rakyat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 1108–1118. https://doi.org/10.30640/abdimas45.v5i1.7786

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.