Pemberdayaan Masyarakat dalam Difersifikasi Produk Abon Ikan sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka

Authors

  • Maisya Malika Universitas Nusa Nipa
  • Angelinus Vincentius Universitas Nusa Nipa
  • Ummi Rohani Ponso Universitas Nusa Nipa
  • Beatrix Barek Tupen Universitas Nusa Nipa
  • Oktaviani Calisca Universitas Nusa Nipa
  • Adventia Natalia Dare Universitas Nusa Nipa

DOI:

https://doi.org/10.30640/abdimas45.v4i2.5202

Keywords:

Balanced Nutrition, Community Empowerment, Local Economy, Skipjack Tuna Floss, Stunting

Abstract

Nangahale Village in Talibura District, Sikka Regency, is the location for the 2025 Community Service Program (KKN) of Nusa Nipa University Indonesia, focusing on preventing stunting by optimizing local food resources, particularly skipjack tuna. This village has significant fisheries potential but also faces a high prevalence of stunted children under five. The main KKN program is the production of skipjack tuna floss as a nutritious, practical, long-lasting, and marketable food product. This activity involves training, education, counseling, and community empowerment, aimed at raising awareness about the importance of balanced nutrition, especially animal protein, and providing new skills in processing marine products. The results show that the tuna floss training successfully increased community awareness of the importance of nutrition and provided them with new skills to process marine resources. This KKN program not only helps prevent stunting but also strengthens the local coastal economy sustainably by creating opportunities for businesses that can improve family incomes. Thus, this program has a significant impact on improving children's nutritional status and enhancing the economic well-being of families in Nangahale Village in a sustainable manner.

References

Ahmad, Z. F., Dulahu, W. Y., & Aulia, U. (2023). Sosialisasi dan konseling pencegahan stunting serta pemberian makanan tambahan berbahan daun kelor. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 2(1), 14–21. https://doi.org/10.37905/phar.soc.v2i1.18442

Anggraini, C. R., Bakti, B. S., & Sandy, S. R. O. (2023). Optimalisasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya laut perikanan di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan melalui edukasi dan pendampingan pengolahan ikan hasil tangkapan nelayan. Journal of Humanities Community Empowerment, 1(2), 30–35. https://doi.org/10.32528/jhce.v1i2.431

Arif, L., Firnandari, I., Jayanti, E. T., Sari, I. R., & Fauziah, S. N. (2023). Inovasi potensi lokal ikan asap sebagai makanan tambahan dalam pencegahan stunting di Desa Randuputih. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 4(3), 1856–1864.

Data Stunting di Polindes Nangahale tahun 2024.

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. (2023). Pendidikan dan pelatihan teknis percepatan penurunan stunting melalui pengembangan anak usia dini holistik integratif di satuan PAUD.

Gita, A. P. A., Surya, N. T., & Setyaningsih, A. (2023). Aplikasi stunting berbasis android guna mempercepat deteksi dini kejadian stunting. Journal of Public Health Innovation, 3(2), 142–150. https://doi.org/10.34305/jphi.v3i02.714

Jannah, C. N. (2019). Pendampingan masyarakat dalam upaya mencegah terjadinya stunting pada balita di Desa Nangahale Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka.

Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus. (n.d.). Journal of Public Policy and Management Review, 10(3).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kusumaningati, W., Dainy, N. C., & Kushargina, R. (2018). Edukasi Cespleng (Cegah Stunting Itu Penting) dan skrining stunting di Posyandu Doktren 2 Kecamatan. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, September 2019, 2–6.

Martony, O., Lestrina, D., & Amri, Z. (2020). Pemberdayaan ibu untuk perbaikan pola konsumsi ikan terhadap peningkatan asupan protein, kalsium, zink, dan Z-score tinggi badan menurut umur pada anak stunting. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2), 672–686. https://doi.org/10.31539/jks.v3i2.1188

Mujaddid, A. F., Nugroho, F., & Universitas Indonesia. (2021). Kondisi sosial ekonomi nelayan tangkap di kabupaten. Pekerjaan Sosial (Peksos), 20(1), 130–137. https://doi.org/10.31595/peksos.v20i1.304

Ngaisyah, R. R. D., & Adiputra, A. K. (2019). Pengembangan potensi lokal ikan menjadi nugget dan abon ikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kejadian stunting di Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul. Journal of Community Empowerment for Health, 1(2), 61. https://doi.org/10.22146/jcoemph.36961

Noviati, R., & Purnaweni, H. (2021). Peran Posyandu untuk menangani stunting di Desa Medini. Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, September 2019, 2–6.

Wahyuni, S., Hafizin, M., & Wathoni, H. (2025). Pelatihan membuat abon ikan tongkol di Desa Seruni Mumbul Dusun Baran Tapen Asri. Jurnal Generasi Emas (JGEN), 3(4), 496–502. https://doi.org/10.60126/jgen.v3i4.1091

Yaumil Bay Thaifur, A. R., Mustari, T., Ode Nur Ainun, W., Dayanu Ikhsanuddin Baubau, U., & Perikanan dan Ilmu Kelautan, F. (2024). Pembuatan produk abon berbahan dasar ikan tongkol untuk mengatasi masalah stunting dan gizi kesehatan masyarakat pada balita di wilayah pesisir. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 161–171.

Downloads

Published

2025-10-29

How to Cite

Maisya Malika, Angelinus Vincentius, Ummi Rohani Ponso, Beatrix Barek Tupen, Oktaviani Calisca, & Adventia Natalia Dare. (2025). Pemberdayaan Masyarakat dalam Difersifikasi Produk Abon Ikan sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 552–559. https://doi.org/10.30640/abdimas45.v4i2.5202

Similar Articles

<< < 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.