Evaluasi Perbedaan Perlakuan Pajak antara Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan dalam Perspektif Keadilan Pajak
DOI:
https://doi.org/10.30640/digital.v5i2.6819Keywords:
Tax Fairness; Individual Taxpayers; Corporate Taxpayers; Progressive Rate; HPP LawAbstract
The distinction in tax treatment between Individual Taxpayers (WP OP) and Corporate Taxpayers (WP Badan) frequently sparks debates regarding fiscal equity. This study aims to evaluate these tax treatment differences from horizontal and vertical equity perspectives following the implementation of the Harmonization of Tax Regulations Law (UU HPP). The research method employed is normative legal research using a statute approach and a conceptual approach. Data collection was conducted through a review of primary tax regulations and selected secondary literature. The results indicate that the imposition of a single rate on Corporate Taxpayers tends to reflect economic proportional justice for investment, while the progressive rate on Individual Taxpayers supports vertical equity. However, there is an inequity gap (tax asymmetry) in the form of tax arbitrage, where wealthy individuals shift their assets into legal entities to avoid the maximum progressive rate of Individual Taxpayers, which reaches 35%. This study recommends the need for data-driven regulatory harmonization so that the ability to pay principle can be applied in a balanced manner without discriminating against the legal form of the tax subject, alongside periodic adjustments to non-taxable income (PTKP) thresholds for Individual Taxpayers based on regional cost-of-living indexes to protect taxpayers' minimum living rights amidst inflation.
References
Aditiya, R., & Nugroho, A. (2022). Rekonstruksi Keadilan Pajak: Analisis Komparatif Tarif Progresif Orang Pribadi dan Tarif Tunggal Badan Pasca UU HPP. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN), 4(1), 85-98.
Alm, J., & Liu, Y. (2023). Tax evasion, tax avoidance, and the role of horizontal and vertical equity in modern tax systems. International Tax and Public Finance, 30(2), 245-267.
Fadilah, N., & Setiawan, A. (2024). Analisis Celah Tarif Pajak Penghasilan (PPh) dalam UU HPP: Strategi Perencanaan Pajak Melalui Perubahan Status Wajib Pajak. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Kontemporer, 7(2), 112-125.
Fitriani, S., & Rahayu, N. (2023). Ketimpangan Keadilan Horizontal dan Vertikal dalam Pemungutan PPh di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Perpajakan, 9(2), 143-155.
Gunawan, H. (2024). Implikasi Perubahan Lapisan Tarif PPh Orang Pribadi dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan Terhadap Asas Ability to Pay Adam Smith. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(3), 312-329.
Lestari, P., & Handayani, W. (2022). Restrukturisasi Kebijakan Pajak Penghasilan Pasca-UU HPP: Menuju Sistem Perpajakan yang Berkeadilan Distribusi. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 8(3), 301-314.
Mansury, R. (2021). Kebijakan Pajak Penghasilan di Indonesia: Evaluasi Teoretis Asas Keadilan dan Netralitas Fiskal. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Nurlaila, S., & Saputra, H. (2025). Menguji Kepatuhan Wajib Pajak Atas Kenaikan Tarif Progresif PPh Orang Pribadi: Pendekatan Teori Keadilan Fiskal. Jurnal Riset Perpajakan Indonesia, 12(1), 44-59.
Prakoso, B., & Santoso, A. (2025). Reinterpretasi Asas Keadilan Pajak dalam Perspektif Ekonomi Kelembagaan Modern. Jurnal Ekonomi Kelembagaan Dan Kebijakan Publik, 9(1), 45–62.
Pratama, D., & Kusuma, I. (2025). Analisis Anomali Struktural dalam Kebijakan Tarif Pajak Penghasilan Pasca Reformasi Fiskal. Jurnal Kebijakan Fiskal Dan Ekonomi, 11(2), 201–218.
Pratama, M. A. (2023). Evaluasi Kebijakan Pajak atas Natura sebagai Upaya Menutup Celah Tax Avoidance Wajib Pajak Badan dan Orang Pribadi Kaya. Inside Tax Journal, 6(2), 110-124.
Putri, A. R., & Wijaya, M. (2023). Dampak Perbedaan Tarif PPh Badan dan Orang Pribadi terhadap Keputusan Pemilihan Bentuk Usaha Entitas Bisnis Menengah. Jurnal Akuntansi Bisnis dan Ekonomi, 19(2), 189-204.
Sanjaya, W., & Siregar, D. (2024). Menimbang Keadilan Distributif John Rawls dalam Pemungutan Pajak Penghasilan Badan Pasca Pandemi. Jurnal Riset Akuntansi Kontemporer, 16(1), 58-71.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 246.
Wijaya, T., & Hidayat, R. (2026). Revisiting Ability to Pay Principle: Perspektif Keadilan Fiskal dalam Era Digital. Jurnal Akuntansi Dan Perpajakan Indonesia, 13(1), 112–128.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nor Hasan, Catur Wahyu H., Adeline Rara W., Marsyanda Dwi Ica S., Andri Wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






