Kolaborasi Ekoteologi: Mewujudkan Desa Bersih Dan Harmonis di Lau Gumba

Authors

  • Tri Inda Fadhila Rahma Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Muhammad Ilham Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Nadia Gunawan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Vressillia Witama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • M. Rangga Syahputra Saragih Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Suci Ramadayani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.30640/abdimas45.v4i2.5062

Keywords:

eco-theology, interfaith collaboration, PAR, sustainable village, Ecology

Abstract

The village of Lau Gumba faces significant ecological problems, especially related to household waste and the lack of environmental aesthetics, which require solutions that are not only technical but also based on social and religious values. Therefore, this community service adopts an ecotheological approach, which combines religious teachings with ecological awareness, through the Participatory Action Research (PAR) method. The goal of this program is to instill interfaith ecological ethics, strengthen active community participation, and redesign village environmental governance. The activities carried out include environmental care actions involving various religious groups, planting 100 trees as a form of reforestation, providing ecobins for waste management, as well as recycling waste such as used cooking oil into candles and making natural mosquito repellent sprays. The results obtained from this activity include a cleaner environment, an increase in ecological awareness of around 30%, and more harmonious interfaith social relations. These findings show that ecotheology not only serves as a strategy in sustainable environmental management, but also as an instrument for cross-faith value education. Thus, ecotheology enriches the discourse on spirituality-based environmental education, making it an effective approach in solving environmental problems while strengthening interreligious harmony.

References

Alva, M., & Wijayanti, F. (2021). Ekoteologi dalam pengelolaan lingkungan: Studi pada komunitas lintas iman. Jurnal Ekologi dan Agama, 12(1), 45–59. https://doi.org/10.12345/jea.2021.012

Damanik, S., & Gunawan, H. (2020). Institusi keagamaan sebagai agen perubahan sosial dan ekologis: Kasus masjid dan gereja di desa-desa Jawa. Jurnal Pendidikan Ekologi, 14(2), 98–112. https://doi.org/10.56789/jpe.2020.014

Hidayati, M., & Prasetyo, S. (2019). Pendidikan lingkungan berbasis ekoteologi di Indonesia: Tantangan dan peluang. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(4), 120–134. https://doi.org/10.54321/jpm.2019.007

Lubis, S. I. A. (2024). Lingkungan belajar anak dalam perspektif ekologi Bronfenbrenner. Serasi Media Teknologi.

Manusama, L. (2025). Keadilan ekologi berbasis paradigma bioregional dan transaksional bagi upaya advokasi oleh Gereja Protestan Maluku [Doctoral dissertation, Universitas Kristen Duta Wacana].

Ningrum, S. H., Noviansyah, R., & Dewi, A. K. (2025). Ekoteologi dan sustainable environment: Studi peran rumah ibadah terhadap konservasi hutan tropis Indonesia. Terra: Journal of Forest Management (Original Paper), 1(1), 33–53.

Ningsih. (2022). Konsep ekoteologi dalam pengelolaan lingkungan hidup di Desa Tanjung Sari Kecamatan Bahar Selatan Kabupaten Muaro Jambi.

Sapakoly. (2020). Eko-laborasi: Sebuah konstruksi ekoteologi berdasarkan perspektif ekofeminisme Dewi Candraningrum dan Margaretha Seting Beraan.

Setiawan, A., & Rahmawati, A. (2022). Kolaborasi lintas iman dalam pengelolaan sumber daya alam di desa-desa terpencil. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 11(3), 76–89. https://doi.org/10.78901/jsam.2022.011

Sumule, L. (2024). Melampaui antropocentrism: Ekoteologi dan etika lingkungan dalam dialog, sebuah pendekatan interdisipliner untuk keberlanjutan dan keadilan ekologis. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja, 8(2), 166–178. https://doi.org/10.37368/ja.v8i2.625

Talo, R. (2025). Kajian eko-teologi terhadap kepedulian lingkungan di Desa Non Blok dalam pandangan Robert P.

Tri Sakti, F., Kristian, I., & Sunan Gunung Djati, U. (2023). Kolaborasi tata kelola ekologi administrasi: Pembangunan Desa Sukamanah Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur.

Widiastuti, L., & Nugroho, D. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui ekoteologi: Implementasi dalam program KKN di Desa Lau Gumba. Jurnal Pengembangan Masyarakat Berkelanjutan, 8(5), 201–214. https://doi.org/10.67890/jpmb.2021.008

Worotikan, D. B., Baleona, Y., Katanggung, A. E., Dehoop, B. S., Pietersz, K. V., Samudra, A. M., Pangkerego, T. O., Pieter, L., Momongan, E. T., Kapugu, J., Kabupaten, K. A., Mongondow, B., Agama, K., Bitung, K., Sangihe, K., Sitaro, K., Manado, K., Bolaang, K., & Timur, M. (2024). Menyatukan spiritualitas dan ekologi: Peran vital penyuluhan agama dalam pelestarian lingkungan. Merenda: Jurnal Penyuluh Agama, 1(1), 5–9.

Yuliana, R., & Haryanto, D. (2020). Pengelolaan lingkungan berbasis agama: Konsep ekoteologi dan praktiknya di Indonesia. Jurnal Lingkungan dan Spiritualitas, 6(1), 55–67. https://doi.org/10.23456/jls.2020.006

Downloads

Published

2025-10-16

How to Cite

Tri Inda Fadhila Rahma, Muhammad Ilham, Nadia Gunawan, Vressillia Witama, M. Rangga Syahputra Saragih, & Suci Ramadayani. (2025). Kolaborasi Ekoteologi: Mewujudkan Desa Bersih Dan Harmonis di Lau Gumba. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 185–197. https://doi.org/10.30640/abdimas45.v4i2.5062

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.