Pengaruh Dimensi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan Pemerintah Kota Kupang

Authors

  • Yehezkiel Arya Ruku Universitas Nusa Cendana
  • Anthon S.Y Kerihi Universitas Nusa Cendana
  • Olivia L. E. Tomasowa Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.30640/akuntansi45.v7i1.6439

Keywords:

Budgeting, Effective, LPKD, Performance, Transparency

Abstract

This study was motivated by the implementation of regional autonomy, which grants local governments the authority to manage their finances independently in a transparent and effective manner. The existence of phenomena and research gaps in previous studies indicates that problems in regional financial management still persist. Therefore, this study aims to examine the six dimensions of the Regional Financial Management Index (IPKD) in an integrated manner. This research employed a quantitative descriptive approach to analyze phenomena related to the Regional Financial Management Index (IPKD). The results of the study show that:(1) The alignment between planning and budgeting documents does not have a significant effect on financial performance because governments tend to adjust to actual needs. (2) The allocation of the regional budget (APBD) does not determine performance, but rather the effectiveness and efficiency of its management have a greater influence; (3) Regional financial transparency has not had a significant impact because it is still largely administrative in nature;(4) Budget absorption does not reflect good performance because it focuses more on outputs rather than outcomes;(5) Regional financial conditions have a positive and significant effect on financial management performance. The better the financial condition of a region, the greater the government’s ability to manage finances effectively and sustainably;(6) The audit opinion of the Audit Board of Indonesia (BPK) on regional government financial statements (LKPD) has a positive effect because it reflects accountable financial management.

References

Andirfa, M., & others. (2016). Pengaruh belanja modal, dana perimbangan, dan pendapatan asli daerah terhadap kinerja keuangan kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Jurnal Magister Akuntansi, 5(3), 30–38.

Ariesmawati. (2020). Perencanaan dan penganggaran terhadap kinerja perangkat daerah di Kutai Timur. Jurnal Administrasi Publik, 8(2), 115–128.

Ariesmawati, Y. (2020). Pengaruh Perencanaan dan Penganggaran terhadap Kinerja Perangkat Daerah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kutai Timur. 6(2), 258–269.

Armaja, I. (2015). Pengaruh belanja daerah terhadap kinerja keuangan pemerintah kabupaten/kota di Aceh. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 3(1), 77–89.

Arniwita. (2019). Dampak penyerapan anggaran terhadap kinerja instansi pemerintah (Studi kasus di Provinsi Jambi). Prosiding, 166–170.

Bilqis, P. (2023). PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH PERIODE 2015-2020. 2.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23. Universitas Diponegoro.

Gumelar, G. (2018). Kesalahan penganggaran dan kelebihan pembayaran dalam belanja daerah. https://www.kompas.com

Kemenkeu. (2022).  Akuntabilitas APBN dan APBD Semakin Meningkat, Menkeu Sampaikan Tiga Prestasi. 9–12.

Kementerian Dalam Negeri. (2020). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2020 tentang Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah.

KPK. (2022). Laporan pengelolaan keuangan daerah dan pencegahan korupsi.

Nasution, A. (2018). Transparansi anggaran daerah di Sumatera Utara. Jurnal Kebijakan Publik, 12(1), 44–59.

Parwanto, D. (2017). Pengaruh opini BPK terhadap kinerja pemerintah daerah. Jurnal Akuntansi Negara, 6(2), 99–112.

Priagung, D. E., & Mafudi, E. K. S. (2016). Pengaruh Penyerapan Anggaran, Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja Dan Pengawasan Inspektorat Terhadap Kinerja Keuangan Organisasi Publik. 2(1), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.21093/at.v2i1.536

Sugiyono. (2015). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Zelmiyanti, R. (2016). Pendekatan teori keagenan pada kinerja keuangan daerah dan belanja modal (Studi pada provinsi di Indonesia). Jurnal Riset Akuntansi Dan Bisnis, 7(1), 11–21.

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Yehezkiel Arya Ruku, Anthon S.Y Kerihi, & Olivia L. E. Tomasowa. (2026). Pengaruh Dimensi Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan Pemerintah Kota Kupang. AKUNTANSI 45, 7(1), 688–707. https://doi.org/10.30640/akuntansi45.v7i1.6439

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.