Efektivitas Tata Kelola Inventarisasi Barang Milik Daerah: Studi Empiris pada BPKD Aceh Tenggara

Authors

  • Bahrul Ilmi Universitas Gunung Leuser
  • Mutiara Putri Sekedang Universitas Gunung Leuser
  • Ardi Hirmansah Universitas Gunung Leuser

DOI:

https://doi.org/10.30640/trending.v3i4.5561

Keywords:

Asset Governance; Inventory Effectiveness; Public Accountability; Regional Property; SIMDA BMD

Abstract

Regional property inventory governance is central to fiscal accountability because inaccurate asset records can weaken the reliability of local government financial reporting. This study examines the effectiveness of regional property inventory governance at the Regional Financial Management Agency (BPKD) of Southeast Aceh Regency, identifies major institutional and technical constraints, and formulates improvement strategies. A descriptive-explanatory qualitative case study was conducted using semi-structured interviews with key asset-management officials, focused field observations, and documentary audits of Goods Inventory Cards (KIB A-F). Data were analyzed through the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña using data condensation, thematic display, conclusion drawing, and triangulation. The findings show that inventory governance has not reached optimal effectiveness. Goal attainment remains constrained by discrepancies between administrative records and physical asset conditions, including unrecorded and physically untraceable assets. Integration is weakened by delayed reporting and limited coordination across Regional Apparatus Organizations. Adaptation is restricted by reliance on offline SIMDA BMD, which centralizes data entry and slows reconciliation. The study recommends accelerating migration to the integrated online SIGOLABANG platform, conducting periodic physical censuses, strengthening reporting compliance, and improving the technical capacity of asset-management personnel.

References

Affar, A. (2023). Pengelolaan aset daerah dan akuntabilitas pemerintah: Perspektif good governance di wilayah otonomi. Jurnal Riset Akuntansi dan Kebijakan Publik, 11(1), 45–60.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. (2022). Pedoman teknis pengelolaan dan penatausahaan barang milik daerah berbasis risiko. Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP.

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (2023). Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah wilayah Provinsi Aceh tahun anggaran 2022. BPK RI.

Bastian, I. (2015). Sistem akuntansi sektor publik (Edisi ke-3). Salemba Empat.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Drucker, P. F. (2006). The effective executive: The definitive guide to getting the right things done. HarperBusiness.

Fitriani, L. (2022). Evaluasi pengelolaan aset tetap pemerintah daerah Kabupaten Aceh Se-latan: Pendekatan kualitatif deskriptif. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 10(3), 205–218.

Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., Donnelly, J. H., & Konopaske, R. (2012). Organizations: Behavior, structure, processes (14th ed.). McGraw-Hill Education.

Halim, A. (2017). Akuntansi keuangan daerah (Edisi revisi). Salemba Empat.

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2021). Petunjuk teknis implementasi pem-bukuan dan inventarisasi barang milik daerah. Ditjen Bina Keuangan Daerah Ke-mendagri.

Komara, E. (2025). Digitalisasi sistem inventarisasi aset daerah menuju transparansi fiskal pemerintah daerah di Indonesia. Jurnal Tata Kelola Pemerintahan Modern, 7(1), 32–48.

Mahmudi. (2015). Manajemen kinerja sektor publik (Edisi ke-3). UPP STIM YKPN.

Mahmudi. (2016). Manajemen keuangan daerah. UPP STIM YKPN.

Mahmudi. (2019). Analisis laporan keuangan pemerintah daerah (Edisi ke-4). UPP STIM YKPN.

Mardiasmo. (2017). Otonomi dan manajemen keuangan daerah. Penerbit Andi.

Mardiasmo. (2018). Akuntansi sektor publik (Edisi terbaru). Penerbit Andi.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mulyadi, T. (2019). Pengelolaan barang milik daerah pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Jurnal Administrasi Pembangunan, 7(2), 134–146.

Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson Education Limited.

Nordiawan, D. (2016). Akuntansi pemerintahan: Konsep dan aplikasi di Indonesia. Salemba Empat.

Putra, D., Sari, R., & Wibowo, A. (2021). Inventarisasi aset dan optimalisasi pengelolaan aset daerah dalam mewujudkan good governance. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Publik, 8(1), 55–68.

Rahmawati, N. (2020). Efektivitas inventarisasi aset pada Pemerintah Kota Banda Aceh: Studi kasus sistem informasi aset daerah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi, 5(2), 178–190.

Republik Indonesia. (2014a). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Lembaran Negara Repub-lik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92.

Republik Indonesia. (2014b). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244.

Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 ten-tang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 547.

Republik Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42.

Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021 ten-tang Tata Cara Pelaksanaan Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan Barang Milik Daerah. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1558.

Safrizal, M. (2021). Analisis pengelolaan aset daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, 13(2), 99–112.

Sari, I. P., Pratama, Y., & Hidayat, T. (2023). Transparansi inventarisasi aset pemerintah daerah berbasis sistem digital. Jurnal Kebijakan Publik dan Pembangunan Daerah, 12(2), 87–102.

Siagian, S. P. (2008). Manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara.

Steers, R. M. (1985). Efektivitas organisasi (M. Jamin, Trans.). Penerbit Erlangga.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif, dan konstruktif (Edisi ke-3). Alfabeta.

Zulfikar, A. (2021). Peranan sistem informasi pengelolaan aset daerah dalam meningkatkan akuntabilitas penatausahaan barang milik daerah di Aceh Tengah. Jurnal Akuntansi Berkelanjutan, 6(1), 60–74.

Downloads

Published

2025-10-30

How to Cite

Bahrul Ilmi, Mutiara Putri Sekedang, & Ardi Hirmansah. (2025). Efektivitas Tata Kelola Inventarisasi Barang Milik Daerah: Studi Empiris pada BPKD Aceh Tenggara. Trending: Jurnal Manajemen Dan Ekonomi, 3(4), 197–216. https://doi.org/10.30640/trending.v3i4.5561