Pola Penyalahgunaan Jabatan dalam Kasus OTT Pejabat Daerah

Studi tentang Konflik Kepentingan dan Pengadaan Fiktif di Lingkungan Pemerintah Daerah

Authors

  • Tyas Indrayanti Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Tsinta Dewi Aryaningtyas Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Andini Putri Bandiah Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Isnani Evita Fauziah Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Tries Ellia Sandari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30640/inisiatif.v5i3.6960

Keywords:

Conflict of Interest, Fictitious Procurement, Local Government Corruption, OTT Regional Officials, Position Abuse

Abstract

This research is motivated by the increasing prevalence of Operasi Tangkap Tangan (OTT) cases involving regional officials in Indonesia, indicating a systemic pattern of position abuse rather than isolated misconduct. The study aims to identify and analyze patterns of position abuse in OTT cases of regional officials, focusing on conflicts of interest and fictitious procurement in local government environments. The research employs a descriptive qualitative method with a document study approach, drawing on secondary data from KPK annual reports, Tipikor court decisions, BPK audit findings, ICW publications, and relevant academic literature, analyzed through the Fraud Triangle and public choice theory frameworks. The results identify four recurring patterns of position abuse: procurement manipulation, fictitious project creation, bribery and gratification in licensing, and budget manipulation based on nepotism. Conflicts of interest are found to be the primary trigger, exacerbated by weak Government Internal Control Systems (SPIP), ineffective internal supervisory bodies (APIP), and a permissive culture toward corruption. These structural weaknesses interact to sustain a cycle of impunity at the regional level. This research has practical implications for strengthening anti-corruption governance in regional governments, particularly through conflict-of-interest management, APIP independence reform, and risk-based procurement oversight.

References

Badan Pemeriksa Keuangan. (2022). Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2022. BPK RI.

Cressey, D. R. (1953). Other people’s money: A study in the social psychology of embezzlement. Free Press.

Danuta, K. S. (2017). Crowe’s fraud pentagon theory dalam pencegahan fraud pada proses pengadaan melalui e-procurement. Jurnal Kajian Akuntansi, 1(2), 161–171. https://doi.org/10.33603/jka.v1i2.826

Febriani, T. A., Ikhsani, A. N., Rahmawati, P., & Rahayu, H. A. (2025). Analisis fraud triangle pada tindak pidana korupsi berbasis digital studi kasus proyek BTS 4G KOMINFO. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 2(4), 172–181. https://doi.org/10.69714/5a1q9068

Hidayati, N., & Mulyadi, J. M. V. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi fraud dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa. Jurnal Riset Akuntansi & Perpajakan, 4(2), 274–293. https://doi.org/10.35838/jrap.2017.004.02.22

Indonesia Corruption Watch. (2022). Korupsi kepala daerah.

Isnadiva, S. M., & Haryanto, H. (2021). Hasil pemeriksaan dan kasus korupsi pada pemerintah daerah: Studi pada pemerintah provinsi di Indonesia tahun 2015–2018. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 9(1), 83–100. https://doi.org/10.17509/jrak.v9i1.28342

Kini, W., Bawono, I. R., & Restianto, Y. E. (2021). Pengaruh opini audit, sistem pengendalian intern pemerintah, dan transparansi laporan keuangan pemerintah daerah terhadap kasus korupsi di daerah. Akuntansi Dewantara, 4(2), 113–127. https://doi.org/10.26460/ad.v4i2.8046

NurFaidah, N., & Novita, N. (2022). Analisis tingkat korupsi pemerintah daerah berdasarkan opini audit, temuan audit atas kelemahan SPI, dan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 27(1), 55–65. https://doi.org/10.23960/JAK.V27I1.308

Nuruddinia, M., & Rahmawati, I. P. (2021). Fraud triangle dan korupsi pada pemerintah daerah di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi & Komputerisasi Akuntansi, 12(1), 110–124.

Pramesti, L., & Haryanto, H. (2019). Akuntabilitas dan tingkat korupsi pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Akuntansi Aktual, 6(2), 298–308. https://doi.org/10.17977/um004v6i22019p298

Prasetya Pratama, B., & Purwanti, L. (2025). Analisis deteksi fraud dalam rangka audit investigatif oleh aparat pengawasan intern pemerintah pada Kota Malang. Jurnal Akuntansi Indonesia, 14(2), 156–175. https://doi.org/10.30659/jai.14.2.156-175

Rahmasari, A., & Setiawan, D. (2022). Maturity of internal control system, the capability of internal auditors, and performance accountability in local governments. Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara, 8(2), 159–176. https://doi.org/10.28986/jtaken.v8i2.830

Ramadhan, M., Irwan, M., & Hasnita, N. (2026). Analisis tren korupsi penyelewengan anggaran kegiatan proyek fiktif di Indonesia berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW) periode 2016–2024. Jurnal Akuntansi Bisnis dan Ekonomi, 12(1), 71–84. https://doi.org/10.33197/jabe.vol12

Ramadhana, R. N., Sari, K. R., & Wahyudi, R. (2024). Pengaruh penerapan pengendalian internal, audit investigasi, dan akuntansi forensik terhadap pengungkapan kecurangan pada pemerintah Kabupaten PALI. Jurnal Bina Akuntansi, 11(1), 18–32. https://doi.org/10.52859/jba.v11i1.587

Reza Dwi Yulistianingsih, A., Hadi, F., Nurhabiba, & Suhartono. (2020). Peranan akuntan forensik dalam mengatasi fraud dan korupsi di lembaga pemerintahan. ISAFIR: Islamic Accounting and Finance Review, 135–146. https://doi.org/10.24252/isafir.v1i2.18290

Seknas FITRA. (2021). Korupsi (sudah) terjadi sejak perencanaan anggaran.

Suka, T. E. K. B. G. (2025). Akuntansi forensik sebagai instrumen antikorupsi dalam pengelolaan keuangan daerah: Tinjauan literatur. Jurnal Sistem Informasi, Akuntansi dan Manajemen, 5(2), 212–219. https://doi.org/10.54951/sintama.v5i2.1036

Wicaksono, G. S., & Prabowo, T. J. W. (2022). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi korupsi pada pemerintah daerah di Jawa Tengah menggunakan teori fraud triangle. Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, 6(1), 1016–1028. https://doi.org/10.33395/owner.v6i1.710

Wuysang, R. V. O., Nangoi, G., & Pontoh, W. (2016). Analisis penerapan akuntansi forensik dan audit investigatif terhadap pencegahan dan pengungkapan fraud dalam pengelolaan keuangan daerah pada perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing “Goodwill”, 7(2), 31–53. https://doi.org/10.35800/jjs.v7i2.13551

Downloads

Published

2026-07-02

How to Cite

Tyas Indrayanti, Tsinta Dewi Aryaningtyas, Andini Putri Bandiah, Isnani Evita Fauziah, & Tries Ellia Sandari. (2026). Pola Penyalahgunaan Jabatan dalam Kasus OTT Pejabat Daerah: Studi tentang Konflik Kepentingan dan Pengadaan Fiktif di Lingkungan Pemerintah Daerah. Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi Dan Manajemen, 5(3), 1000–1014. https://doi.org/10.30640/inisiatif.v5i3.6960