Hubungan Dana Alokasi Umum Specific Grant dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan terhadap Tercapainya Standar Pelayanan Minimal Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo

Authors

  • Putu Andita Universitas Gorontalo
  • Saprudin Saprudin Universitas Gorontalo
  • Novaliastuti Masiaga Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.30640/inisiatif.v5i3.6496

Keywords:

Health financing, Health Operational Assistance (BOK), Health Services, Minimum Service Standards (SPM), Specific Grant of the General Allocation Fund (DAU-SG)

Abstract

In order to support the achievement of Minimum Service Standards (SPM) in regional areas, the central government provides several financing instruments in the health sector. This study focuses on two main instruments, namely the Specific Grant of the General Allocation Fund (DAU-SG) and Health Operational Assistance (BOK). The aim of this study is to determine and analyze the relationship between the Specific Grant of the General Allocation Fund (DAU SG) and Health Operational Assistance (BOK) and the achievement of Minimum Service Standards (SPM) in the health sector at the Health Office of Boalemo Regency. The data analysis techniques used are Pearson Product Moment correlation analysis and multiple correlation analysis using IBM SPSS Statistics 27. The results of the study indicate that the Specific Grant of the General Allocation Fund (DAU SG) has a very strong and significant relationship with Minimum Service Standards (SPM), with a correlation coefficient of 0.907 and a significance value of < 0.001. Health Operational Assistance (BOK) also has a very strong and significant relationship with Minimum Service Standards (SPM), with a correlation coefficient of 0.959 and a significance value of < 0.001. Simultaneously, the Specific Grant of the General Allocation Fund (DAU SG) and Health Operational Assistance (BOK) have a very strong and significant relationship with the achievement of Minimum Service Standards (SPM) in the health sector at the Health Office of Boalemo Regency.

References

Arini, D., & Adi, P. H. (2022). Fiscal decentralization and regional health service performance in Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 13(2), 145–158.

Arrohmah, N., Suryawati, C., & Kusumastuti, W. (2023). Implementasi standar pelayanan minimal bidang kesehatan di Indonesia: A systematic literature review. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(1), 22–34.

Bastian, I. (2019). Akuntansi sektor publik di Indonesia (5th ed.). Salemba Empat.

Cashin, C., Bloom, D., Sparkes, S., Barroy, H., Kutzin, J., & O’Dougherty, S. (2022). Aligning public financial management and health financing: Sustaining progress toward universal health coverage. World Health Organization.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26 (10th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gusneli, Y., Rahman, A., & Yusuf, M. (2023). Pengaruh pengawasan internal terhadap efektivitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 27(1), 55–67.

Halim, A., & Kusufi, M. S. (2018). Akuntansi sektor publik: Akuntansi keuangan daerah (6th ed.). Salemba Empat.

Hendra, R., Mulyadi, D., & Hasanah, U. (2023). Analisis implementasi bantuan operasional kesehatan pada pelayanan kesehatan primer. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 26(2), 89–101.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Petunjuk teknis bantuan operasional kesehatan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang standar pelayanan minimal bidang kesehatan. https://doi.org/10.20884/1.jih.2018.4.2.115

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023.

Khairunnisa, R., Putra, A., & Lestari, D. (2024). Evaluasi implementasi mekanisme salur langsung dana bantuan operasional kesehatan. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 12(1), 44–56. https://doi.org/10.47441/jkp.v19i1.368

Kosen, S. (2012). Sistem kesehatan nasional dan pembangunan kesehatan daerah di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 15(3), 201–210.

Kurnia, A. (2019). Reformulasi dana alokasi umum berbasis pelayanan dasar daerah. Jurnal Keuangan Negara, 5(2), 77–91. https://doi.org/10.33105/itrev.v5i1.167

Mahi, R. (2021). Efektivitas transfer fiskal sektor kesehatan dalam era desentralisasi di Indonesia. Jurnal Perencanaan Pembangunan Indonesia, 5(1), 33–48.

Mahmudi. (2019). Manajemen keuangan daerah (2nd ed.). Erlangga. https://doi.org/10.35326/jiam.v2i2.343

Mardiasmo. (2021). Akuntansi sektor publik. Andi.

Nurhayati, S., Karim, A., & Abdullah, R. (2023). Fiscal capacity and public health access in regional governments. Jurnal Economia, 19(2), 120–133.

Nuryana, I., Kurniati, A., & Sari, D. (2023). Efektivitas dana bantuan operasional kesehatan terhadap pelayanan promotif dan preventif di Puskesmas. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(1), 15–27.

Putri, R., & Mulyani, S. (2022). Implementasi SAP berbasis akrual dan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Jurnal Akuntansi Publik, 6(2), 101–114. https://doi.org/10.23960/jak.v26i2.263

Ratdo, Z., Suryoputro, A., & Fatmasari, E. Y. (2019). Efektivitas pengelolaan dana bantuan operasional kesehatan di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(4), 233–242.

Ratu, N., Yusuf, M., & Rahman, L. (2024). Evaluasi capaian standar pelayanan minimal bidang kesehatan di Kabupaten Boalemo. Jurnal Administrasi Kesehatan Daerah, 8(1), 55–69.

Rifai, M., Harahap, E., & Siregar, A. (2019). Pengaruh pembiayaan kesehatan daerah terhadap kualitas pelayanan Puskesmas. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 8(3), 145–154.

Risdiyanti, F., Ahmad, N., & Wibowo, A. (2024). Fiscal governance and regional health financing effectiveness in Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 25(1), 61–75.

Saleh, M., Yusri, Y., & Hamdani, H. (2020). Pengaruh dana bantuan operasional kesehatan terhadap indikator kesehatan ibu di Provinsi Aceh. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 15(2), 89–97.

SKALA. (2024). Kajian implementasi dana alokasi umum specific grant dalam mendukung pelayanan dasar daerah. Program SKALA.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tandi, R., Kadir, A., & Natsir, S. (2022). Analisis pencapaian standar pelayanan minimal bidang kesehatan pada pemerintah daerah. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(2), 95–107.

Wahidin, M., Puspitasari, D., & Lestari, A. (2023). Analisis capaian standar pelayanan minimal diabetes melitus di Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(3), 210–223.

World Health Organization. (2021). World health statistics 2021: Monitoring health for the SDGs. World Health Organization.

Wulandari, N., Hidayat, T., & Pramono, J. (2024). Implementasi dana alokasi umum specific grant pada sektor kesehatan daerah. Jurnal Akuntansi dan Kebijakan Publik, 9(1), 11–25.

Yunus, M., & Muhammad, R. (2024). Implementasi standar pelayanan minimal kesehatan pada rumah sakit daerah. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 10(1), 77–91.

Yustika, A. E., & Prasetyo, T. (2023). Specific grant dan efektivitas pelayanan publik daerah dalam sistem transfer fiskal Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 24(1), 1–16.

Downloads

Published

2026-06-05

How to Cite

Putu Andita, Saprudin Saprudin, & Novaliastuti Masiaga. (2026). Hubungan Dana Alokasi Umum Specific Grant dan Dana Bantuan Operasional Kesehatan terhadap Tercapainya Standar Pelayanan Minimal Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo. Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi Dan Manajemen, 5(3), 41–60. https://doi.org/10.30640/inisiatif.v5i3.6496