Konsep Kafalah dalam Fiqh Klasik dan Aplikasinya pada Sistem Jaminan Syariah Kontemporer

Authors

  • Ummi Sa’adah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Muhamad Zen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.30640/inisiatif.v4i4.5248

Keywords:

Sharia Fintech, Fiqh Muamalah, Kafalah, Islamic banking, maqasid shariah

Abstract

Kafalah is an important instrument of Islamic jurisprudence (fiqh) in Islamic economic law, particularly in Islamic banking, Islamic insurance (takaful), and Islamic fintech as a sharia-compliant guarantee mechanism. This article aims to examine the application of kafalah in the economic sector and its implementation in contemporary Islamic guarantee systems. The methods used are literature studies and the review of several case studies and scientific articles. This article finds that in its implementation, modern kafalah is still in line with the classical principle of amanah (trustworthiness) because both are rooted in the values ​​of trust, responsibility, and mutual support, even though modern kafalah is commercial in nature. Several contemporary scholars, including the DSN-MUI fatwa No. 11/DSN-MUI/IV/2000, permit the imposition of administrative fees as long as they are not profit-oriented but only cover real costs. The application of modern kafalah remains in accordance with classical fiqh principles as long as they maintain the principles of amanah (trustworthiness), transparency, and do not contain riba (usury) or gharar (gharar). Therefore, it is important to harmonize national regulations to ensure that kafalah practices continue to run in accordance with the maqasid of sharia and support the development of Islamic financial progress while still being able to maintain public trust in the Islamic financial system.

References

Aidaim, P. (2017). Fikih muamalah maliyah: Konsep, regulasi, dan implementasi (Cetakan ke-1). Bandung: Refika Aditama.

Alailloh, R. M., & Imron, M. (2024). Tinjauan akad kafalah sebagai instrumen penjaminan kredit syariah. Mu’amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah, 16(2), 131–144.

Al-Zuhaili, W. (1989). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Juz 5). Damaskus: Dar al-Fikr.

Aprianto, N. E. K. (2018). Implementasi bentuk-bentuk akad bernama dalam lembaga keuangan syariah. Islamiconomic: Jurnal Ekonomi Islam, 9(1), 113–130.

Arif, M. S., & Siti, H. (2019). Kafalah dalam pandangan Islam. Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara, 2(2), 54–60.

Askrindo Syariah. (2024). Kafalah dalam pembiayaan konsumtif: Solusi keuangan syariah yang menjanjikan. Diakses pada 25 Oktober 2025 dari https://www.askrindosyariah.co.id/artikel-kafalah-dalam-pembiayaan-konsumtif--solusi-keuangan-syariah-yang-menjanjikan-artikel.html

Djuwaini, D. (2010). Pengantar fiqh muamalah (Cetakan ke-2). Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Ghazaly, A. R., Ghufron, I., & Saipudin, S. (2012). Fiqh muamalah (Cetakan ke-1). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Kartika, R. F. (2016). Jaminan dalam pembiayaan syariah (kafalah dan rahn). Kordinat, 15(2), 229–252.

Mahfudloh, F. A., Mochammad, S. A., & Bahrul, H. (2024). Analisis penggunaan akad kafalah bil ujrah pada produk BSI Hasanah Card di Bank BSI-KCP UINSA Surabaya. Al-Muzdahir: Jurnal Ekonomi Syariah, 6(1), 32–48.

Mahir, Z. M., Della, F., & Aliesah, A. F. (2024). Efektivitas pengawasan syariah dalam menjamin kepatuhan bank syariah. Maislahah: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah, 2(3), 227–239.

Majma’ al-Fiqh al-Islami (OKI). (1985). Resolution No. 12/2. Jeddah. Diakses pada 25 Oktober 2025 dari https://zulkiflihasan.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/06/majmai-fiqh.pdf

Maksum, M. (2022). Hukum fee kafalah di lembaga keuangan syariah perspektif fikih. Journal of Sharia and Economic Law, 2(1), 46–62.

Mugiyati. (2014). Kajian hukum Islam terhadap aplikasi kafalah pada asuransi takaful. Al-Qanun, 17(1), 60–84.

Nawawi, I. (2012). Fikih muamalah klasik dan kontemporer. Bogor: Ghalia Indonesia.

Nugraheni, D. B. (2017). Analisis fatwa Dewan Syariah Nasional tentang wakalah, hawalah, dan kafalah dalam kegiatan jasa perusahaan pembiayaan syariah. Jurnal Media Hukum, 24(2), 124–136.

Rahmaidani, A., & Zainuddin. (2024). Implementasi akad kafalah dalam proteksi produk e-commerce Shopee Indonesia. Hakam: Jurnal Kajian Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Islam, 8(2), 290–302.

Rivai, V., & Arviyan, A. (2010). Islamic banking: Sebuah teori, konsep, dan aplikasi (Cetakan ke-1). Jakarta: Bumi Aksara.

Sinaga, M. P. P. M. (2024). Analisis penerapan ujrah dalam akad kafalah bil ujrah letter of credit syariah. Journal of Scientech Research and Development, 6(1), 650–657.

Syuqi, M., Ailya, R., & Ma’rufatun, S. (2025). Model transaksi berbasis fintech syariah perspektif fiqh muamalah. Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam, 3(1), 25–37.

Zen, M., & Muhammad, Y. A. (2024). Kepatuhan syariah dalam perbankan online dan fintech syariah (pembiayaan online pada prinsip-prinsip syariah). Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah (JUPIEKES), 2(4), 193–204.

Zen, M., Siti, T., & Fatmawati. (2025). Fintech syariah dalam mendistribusikan produk keuangan Islam dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat. JEIPS: Jurnal Ekonomi Islam dan Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh, 5(1), 744–761.

Downloads

Published

2025-10-30

How to Cite

Ummi Sa’adah, & Muhamad Zen. (2025). Konsep Kafalah dalam Fiqh Klasik dan Aplikasinya pada Sistem Jaminan Syariah Kontemporer. Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi Dan Manajemen, 4(4), 175–189. https://doi.org/10.30640/inisiatif.v4i4.5248