Penerapan Media Playdough untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus pada Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.30640/dewantara.v5i3.8271Keywords:
Early Childhood, Fine Motor Skills, Kindergarten, Playdough, StimulationAbstract
Fine motor skills are one aspect of development that needs to be stimulated in early childhood because it is related to eye-hand coordination, movement accuracy, and the ability to perform various activities independently. The results of initial observations on 19 children in Group A at Kindergarten X showed that five children were in the Not Yet Developing (BB) category and experienced difficulties in several fine motor activities. This activity aims to provide fine motor skill stimulation through playdough media to these five children. The activity uses a descriptive quantitative approach with an intervention design implemented in two cycles, each consisting of three meetings with a duration of 45 minutes. Data were collected through observation, interviews, interventions, and documentation, then analyzed descriptively by comparing conditions before and after the intervention. The results showed that all subjects experienced an increase in fine motor skill scores. ND increased from a score of 15 to 21, BI from 20 to 22, RN from 20 to 24, AY from 20 to 22, and ZO from 20 to 23. In terms of category, all subjects experienced a change from BB to Starting to Develop (MB). These results show that playdough can be an alternative play activity to provide fine motor skill stimulation for children who need further development.
References
Aryani, I., & Kasman, A. (2026). Pemanfaatan media playdough untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak di TK STAR. Jurnal Keilmuan Pendidikan, 2(1), 45–55. https://doi.org/10.63203/040946800
Asih, K.; Durrotunnisa; Amrullah; & Nurhayati. (2025). Pengaruh kegiatan 3M (mewarnai, menggunting, menempel) terhadap kemampuan motorik halus anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(6), 2927–2934. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i6.7526
Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2025). Statistik pendidikan Provinsi Jawa Timur 2024. BPS Provinsi Jawa Timur.
Cipta, S.; Linawati, R.; & Nisak, H. (2023). Upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui media playdough di RA Miftahul Ulum Bumijawa. Journal of Research and Development Early Childhood, 1(1), 11–17.
Fairuz, A.; Rahman, A.; & Utami, S. (2025). Peningkatan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan playdough cutting patterns di TK Kartika II.3 Palembang. Early Childhood: Journal of Education, 9(2). https://doi.org/10.35568/earlychildhood.v9i2.6599
Fitriani, E., & Adawiyah, R. (2021). Karakteristik belajar anak usia dini melalui kegiatan bermain. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1816–1826.
Hurlock, E. B. (1990). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (5th ed.). Erlangga.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Anak Usia Dini. Kemendikbudristek.
Mohammed, A. H.; Nigussie, B.; Schellens, T.; & Rotsaert, T. (2026). Play-based learning in early childhood education: A scoping review. Early Childhood Education Journal, 54, 3929–3975. https://doi.org/10.1007/s10643-026-02127-6
Pratama, A., & Yuliana, D. (2020). Pengaruh keterlibatan orang tua dan guru terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 770–779.
Pribianti, D.; Lestari, P.; & Wibowo, A. (2023). Meningkatkan kemampuan motorik halus melalui bermain playdough. Jurnal Pendidikan Tuntas, 1(3), 249–253. https://doi.org/10.37985/jpt.v1i4.250
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Rianti, R.; Dewi, K.; & Lestari, T. (2022). Meningkatkan motorik halus anak melalui permainan playdough di Kelompok B TK Dharma Buana. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 6(2), 139–148.
Rumara, P. A. C.; Sudaryanti; & Harun. (2023). Analisis persepsi guru PAUD terhadap koordinasi mata dan tangan anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4). https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.5044
Sari, R.; Handayani, N.; & Putri, M. (2022). Pengaruh aktivitas bermain terhadap perkembangan kognitif dan motorik anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3215–3226.
Sudijono, A. (2010). Pengantar statistik pendidikan. Rajawali Pers.
UNICEF. (2021). Early childhood development. https://www.unicef.org/early-childhood-development
Wulandari, D., & Lestari, N. (2023). Pembelajaran berbasis bermain dalam meningkatkan keterampilan sosial dan kemandirian anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 532–544.
Yusnita. (2026). Mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui media playdough homemade di TK Al-Fitrah. DZURRIYAT: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(2), 442–452. https://doi.org/10.61104/dz.v4i2.8933
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Janah, Prianggi Amelasasih, Nadhirotul Laily

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







