Analisis Efektivitas Implementasi Kebijakan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kabupaten Timor Tengah Selatan
DOI:
https://doi.org/10.30640/dewantara.v5i1.7258Keywords:
Human Trafficking, Policy Implementation, Prevention, Public Policy, Victim Protection.Abstract
Human trafficking remains one of the most serious transnational crimes and continues to pose significant challenges to public policy implementation, particularly in regions with high labor migration rates. This study aims to analyze the implementation of the policy on the prevention and handling of human trafficking in Timor Tengah Selatan Regency, East Nusa Tenggara Province, based on George C. Edward III's policy implementation model. A qualitative descriptive approach was employed using in-depth interviews, observation, and document analysis. Data were analyzed through the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that policy implementation has involved collaboration among local government agencies, law enforcement institutions, village governments, religious organizations, and civil society organizations. Communication, implementers' commitment, and bureaucratic coordination have generally functioned well; however, limited resources, uneven public outreach, and suboptimal operational coordination remain significant barriers. The implementation has produced outputs in the form of strengthened inter-agency coordination, expanded public awareness campaigns, improved monitoring of prospective migrant workers, and enhanced victim assistance services. Nevertheless, the policy outcomes have not been fully optimal due to uneven public awareness, limited victim rehabilitation facilities, and insufficient institutional capacity. Strengthening local regulations, increasing resource allocation, and promoting community-based prevention strategies are essential to improve the effectiveness and sustainability of anti-human trafficking policies.
References
Aditya, R. (2023). Kebijakan Pemerintah Indonesia terhadap Kasus Human Trafficking (Skripsi, Universitas Lampung). Universitas Lampung.
Akbar, D. S., Rudiana, I. F., Prawiranegara, B., & Aryanti, M. (2022). Assessing the effectiveness and efficiency of the public service budget. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 10(1), 37–46. https://doi.org/10.37641/jiakes.v10i1.1189
Aura Zahra Rizkillah Latif, Badriyah 'Izatul Isnaini, Ahmad Zidan Al Arif, & Tania Febrianti. (2025). Analisis hukum tindak pidana perdagangan orang di Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 1311–1320. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1331
Bukhary, T., Orlando, G., dkk. (2022). Efektivitas hukum dan fungsi hukum di Indonesia. Tarbiyah bil Qalam.
Cahyadie, H., Kasmad, R., & Purwanto, A. J. (2024). Analysis of the effectiveness of policy implementation passenger services. International Journal of Law Policy and Governance, 3(1), 18–33. https://doi.org/10.54099/ijlpg.v3i1.899
CNN Indonesia. (2018, April 23). Polisi ungkap 1.154 WNI korban perdagangan orang.
Darmawan, A., & Puspitasari, R. (2022). Analisa efektivitas kebijakan pemerintah dalam menanggulangi perdagangan orang di kawasan perbatasan Nunukan. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik (ISO), 10(2), 145–158.
Detik News. (2023, Maret 18). Kasus perdagangan orang di NTT masih tinggi, 46 korban diselamatkan.
Djo, M., Manuain, O. G., & Fanggi, R. A. (2024). Hambatan penyidik Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur dalam mengungkap tindak pidana perdagangan orang.
Edward III, G. C. (1980). Implementing public policy. Congressional Quarterly Press.
Gramedia Literasi. (2023, Juli 29). Teori efektivitas: Definisi, faktor, dan aspek pemicunya.
International Organization for Migration. (2021). Panduan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). IOM Indonesia.
Kompas.com. (2022, September 15). NTT masuk lima besar provinsi dengan kasus perdagangan orang tertinggi.
Makhfudz, O. M. (2013). Kajian praktek perdagangan orang di Indonesia. Jurnal Hukum, 4(1).
Mazmanian, D. A., & Sabatier, P. A. (1983). Implementation and public policy. Scott, Foresman.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Muhammad Jarnawansyah. (2024). Analisis tentang tindak pidana perdagangan orang (Human Trafficking) dalam perspektif kriminologi. Birokrasi: Jurnal Ilmu Hukum dan Tata Negara, 2(4), 312–325. https://doi.org/10.55606/birokrasi.v2i4.1740
Muthia, D. (2021). Strategi pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Provinsi Lampung (Skripsi, Universitas Lampung). Universitas Lampung.
Novianti, R. (2022). Upaya Polda Lampung dalam pencegahan tindak pidana perdagangan orang. Jurnal Legalita, 7(1), 55–67.
OECD. (2021). OECD DAC criteria for evaluating development assistance. OECD Publishing.
PADMA Indonesia. (2023). Laporan tahunan kasus TPPO di NTT tahun 2022. PADMA Indonesia.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2008). Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanganan Perdagangan Orang.
Penulis, T., Pidada, I. B. A., Titahelu, J. A. S., Nainggolan, A. A., Sinaga, L. V., Hehanussa, D. J., Sopacua, M. G., Bagenda, C., Siregar, R. A., Asmaret, D., Lewerissa, Y. A., & Fuady, M. I. N. (2022). Tindak pidana dalam KUHP. Widina Bhakti Persada.
Polres Timor Tengah Selatan. (2019). Laporan data kasus tindak pidana perdagangan orang tahun 2016–2018. Polres Timor Tengah Selatan.
Poppyana, M., Martha, O., & Helly, K. (2018). Efektivitas kerja Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah dalam pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Rossi, P. H., Lipsey, M. W., & Freeman, H. E. (2019). Evaluation: A systematic approach (8th ed.). SAGE Publications.
Sabatier, P. A., & Mazmanian, D. A. (1980). The implementation of public policy: A framework of analysis. Policy Studies Journal, 8(4), 538–560. https://doi.org/10.1111/j.1541-0072.1980.tb01266.x
Safitri, A. D., & Zuhriyah, K. (2025). Pengertian tindak pidana dan unsur-unsur tindak pidana. Google Books.
Sari, N. (2023). Implementasi kebijakan pemberantasan perdagangan orang dalam perspektif hukum internasional dan nasional. ResearchGate.
Sedarmayanti, S., & Elianie, E. L. (2015). Pengaruh kompetensi pegawai terhadap efektivitas penatausahaan barang persediaan di PSTNT-BATAN Bandung. Jurnal Ilmu Administrasi, 12(2), 251–266. https://doi.org/10.1177/009539977500600404
Sudarwan Danim. (2012). Motivasi kepemimpinan dan efektivitas kelompok. Rineka Cipta.
Widjaja, G. (2025). The role of systematic control and evaluation systems in improving the effectiveness of public policy: A literature review. Indonesian Journal of Education (INJOE), 5(3).
Windy, P. S., Pamerdi, G. W., & Wilson, P. A. T. (2018). NTT dalam cahaya Actor Network Theory: Studi kasus human trafficking berkedok pengiriman tenaga kerja Indonesia di Nusa Tenggara Timur.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Januard Anggara Ottu, Petrus Kase, Rouwland Alberto Benyamin, Mariayani O. Rene

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







