Paradoks Pembaruan Hukum Pidana terhadap Pengurangan Ancaman Pidana Minimum Tindak Pidana Korupsi dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
DOI:
https://doi.org/10.30640/dewantara.v5i2.6992Keywords:
2023 Criminal Code, Corruption Eradication Policy, Corruption Offenses, Minimum Criminal Sanctions, Reformulation of Criminal LawAbstract
Corruption has long been regarded as an extraordinary crime due to its extensive impact on state finances, the national economy, and public trust in government institutions. As part of Indonesia's commitment to combating corruption, Law Number 31 of 1999 concerning the Eradication of Corruption Crimes established relatively severe special minimum penalties, particularly under Article 2 paragraph (1). However, through Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code, corruption offenses were reformulated under Articles 603 to 606, including changes to the minimum criminal sanctions for certain corruption offenses. This study aims to analyze the reformulation of corruption offenses in the Criminal Code and to examine the paradox arising from the reduction of minimum criminal penalties within Indonesia’s criminal law reform policy. This research employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. The data utilized are secondary legal materials collected through library research and analyzed qualitatively. The findings reveal that Article 603 of the Criminal Code substantially adopts the provisions of Article 2 paragraph (1) of Law Number 31 of 1999, while reducing the minimum imprisonment from four years to two years. This change reflects a new orientation emphasizing sentencing flexibility and individualization of punishment. Nevertheless, it also creates a paradox because the reduction applies to corruption, an offense that has long been classified as an extraordinary crime. Therefore, Indonesia’s criminal law reform continues to face challenges in balancing the modernization of the sentencing system with the consistency of anti-corruption policies.
References
Aripkah, N., Maulana, M., & Sudiarsana, I. (2026). Implikasi yuridis pedoman pemidanaan KUHP nasional terhadap eksistensi ketentuan pidana minimal khusus. Jurnal Fundamental Justice, 7(1), 41–62. https://doi.org/10.30812/fundamental.v7i1.6187
Armansyah, A., Alfatih, T., & Fadhil, M. (2023). Problematika dan penanganan korupsi di Indonesia. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(21), 892–910.
Charinda, R. M., & D. E. (2014). Perbandingan pengaturan tindak pidana korupsi dalam pembaharuan KUHP nasional (Comparison of corruption crime regulations in the reform of the national criminal code). Kajian Ilmiah Hukum dan Kenegaraan (KIHAN), 3(1), 15–24. https://doi.org/10.35912/kihan.v3i1.4573
Fardha, K. V. (2023). Perkembangan teori-teori hukum pidana. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 3993. https://doi.org/10.31004/innovative.v3i5.5103
Hamzah, D. P. (2023). Efektifitas Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terhadap tindak pidana suap menyuap oleh pejabat negara. Maleo Law Journal, 7(2), 166–186.
I Made Kresna Sanjaya Aditama. (2026). Pembaharuan hukum pidana di Indonesia: Analisis KUHP baru dan implikasinya. Perspektif Administrasi Publik dan Hukum, 3(1), 11–19. https://doi.org/10.62383/perspektif.v3i1.907
Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Sekretariat Negara.
Ismaidar, & Syahranuddin. (2020). Kajian hukum dalam penerapan Undang-Undang tentang pencucian uang dalam rangka pemberantasan tindak pidana korupsi. Jurnal Hukum Responsif, 15, 1–8.
Ismaidar, & Yudhistira, B. (2025). Kewenangan bagi jaksa untuk melakukan penyidikan dalam perkara tindak pidana korupsi. Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora, 2(2), 200. https://doi.org/10.62383/humif.v2i2.1504
Kadir, Z. (2025). Kriminalisasi tanpa batas: Mengurai penyalahgunaan kekuasaan dalam legislasi kodifikasi hukum pidana modern. Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, dan Kebijakan Publik, 2(2), 1–18. https://doi.org/10.62383/presidensial.v2i2.665
Nada, I., Ilmi, B. M., Ardiyanti, L. D., Maulani, R., & Octafiana, R. (2024). Menelaah kontroversi sanksi tindak pidana korupsi antara pasal lama dan pasal baru. Jurnal Lentera Ilmu, 1(1), 128–135. https://doi.org/10.59971/li.v1i1.42
Nasution, M., Ali, M., & Lubis, F. (2024). Pembaruan sistem pemidanaan di Indonesia: Kajian literatur atas KUHP baru. Judge: Jurnal Hukum, 5(1), 16–23.
Pontolondo, D. O., Paseki, D. J., & Taroreh, V. (2026). Penerapan sanksi pidana minimum khusus bagi pelaku tindak pidana korupsi menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. 4(3).
Purwanda, S., Suardi, Ambarwati, A., & Tijjang, B. (2025). Potensi implikasi sanksi dari tindak pidana korupsi dalam penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana nasional. Innovative: Journal of Social Science Research, 5, 1–10.
Purwoko, W. (2023). Kebijakan formulasi sistem ancaman pidana minimum khusus dalam Undang-Undang tindak pidana korupsi di Indonesia. Magistra Law Review, 4(2), 91–108. https://doi.org/10.56444/malrev.v4i02.3970
Putri, D., Ablisar, M., Mulyadi, M., & Ekaputra, M. (2023). Pengurangan hukuman terdakwa tindak pidana korupsi oleh Mahkamah Agung dalam Putusan Nomor 3681K/Pid.Sus/2019. Locus Journal of Academic Literature Review, 2(6), 467–485.
Sanjaya, A., & Nail, M. (2026). Reformulasi sanksi pidana pada tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara. Jurnal Rechtens, 15(1), 221–244. https://doi.org/10.56013/rechtens.v15i1.5622
Saragih, Y. M., Hadiyanto, A., Yardi, B., Suryadi, S., & Simanjutak, H. (2024). Mengenal delik-delik tindak pidana korupsi melalui upaya pendidikan anti korupsi. Tahta Media Group.
Siregar, A., Rinaldi, D., & Lubis, F. (2024). Pengertian kebijakan hukum pidana alasan dan pola kebijakan hukum pidana. Yustisi: Jurnal Hukum & Hukum Islam, 11(3), 227. https://doi.org/10.32832/yustisi.v11i3.17890
Siregar, P., Siregar, A., Sidi, R., et al. (2025). Analisis yuridis terhadap sanksi hukum tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama di SMK 1 Pencawaan Medan (Studi kasus Putusan Nomor: 5/Pid.Sus-Tpk/2024/PT.Mdn). Journal of Science and Social Research, 5(2), 4684–4695.
Suroya, Z., & Astuti, P. (2024). Reduction of criminal penalties for corruption criminal acts as regulated in Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code. Novum: Jurnal Hukum, 11(4), 601–613.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aswindari Harahap, Ismaidar Ismaidar, Abdul Rahman Maulana Siregar, Alfonso Pahala Manihuruk, Bambang Agus Pariyono, Briski Viktor Sinaga, Derta Simbolon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







