Tanggung Jawab Hukum atas Kejahatan Siber yang Melibatkan Teknologi Artificial Intelligence di Indonesia

Authors

  • Haris Habibi Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Suci Ramadani Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Rahmayanti Rahmayanti Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Khairuddin Siregar Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Jhoni Muda Pratama Barus Universitas Pembangunan Panca Budi

DOI:

https://doi.org/10.30640/dewantara.v5i2.6908

Keywords:

AI Governance, Artificial Intelligence, Cybercrime, Electronic Information and Transactions Law, Legal Liability

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) technology has fundamentally transformed the landscape of cybercrime in Indonesia by giving rise to various forms of digital offenses that have not been adequately accommodated within the existing legal framework. This study aims to examine the legal regulation of AI-based cybercrime in Indonesia and the legal liability framework applicable to developers, operators, and users when AI systems are utilized to commit criminal acts. This study employs a normative legal research method using statutory, conceptual, and case approaches through the analysis of primary legal materials, including the Law on Electronic Information and Transactions and its amendments, as well as Law No. 27 of 2022 on Personal Data Protection. The findings reveal a significant normative gap, as Indonesia's cybercrime legislation has not been designed to accommodate the autonomous behavior of AI systems. This study concludes that Indonesia requires a dedicated AI governance framework that explicitly regulates the distribution of criminal and civil liability across the AI value chain in order to ensure legal certainty in addressing AI-based cybercrime

References

Asshiddiqie, J. (2012). Pengantar ilmu hukum tata negara. Rajawali Press.

Badan Siber dan Sandi Negara. (2023). Laporan tahunan keamanan siber Indonesia 2023. BSSN.

Broadhurst, R., Grabosky, P., Alazab, M., Bouhours, B., & Chon, S. (2021). Organizations and cyber crime: An analysis of the nature of groups engaged in cyber crime. International Journal of Cyber Criminology, 8(1), 1–20.

Bryson, J. J., & Winfield, A. F. T. (2017). Standardizing ethical design for artificial intelligence and autonomous systems. Computer, 50(5), 116–119. https://doi.org/10.1109/MC.2017.154

Calo, R. (2017). Artificial intelligence policy: A primer and roadmap. UC Davis Law Review, 51(2), 399–435. https://doi.org/10.2139/ssrn.3015350

Dharmawan, R. F., & Ramadani, S. (2025). The effectiveness of criminal liability implementation in law enforcement against village fund corruption cases in Indonesia. Proceedings of International Conference on Islamic Community Studies, 314–319.

Doshi-Velez, F., Kortz, M., Budish, R., Bavitz, C., Gershman, S., O'Brien, D., & Wood, A. (2017). Accountability of AI under the law: The role of explanation (Berkman Klein Center Working Paper). Harvard University. https://doi.org/10.2139/ssrn.3064761

European Parliament and Council. (2024). Regulation (EU) 2024/1689 on artificial intelligence (EU AI Act). Official Journal of the European Union.

Fuady, M. (2010). Perbuatan melawan hukum: Pendekatan kontemporer. Citra Aditya Bakti.

https://doi.org/10.53697/jkomitek.v5i2.3155

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Staatsblad 1847 Nomor 23.

Laia, Y. R. N., Rahmayanti, R., Tampubolon, S. S., Gea, A. S., & Nasution, S. H. (2025). Implementasi hukum terhadap tindak pidana scammer. JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan dan Humaniora, 4(1), 603–613.

McQuade, S. C. (2006). Understanding and managing cybercrime. Pearson Education.

Moeljatno. (2008). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.

OECD. (2019). OECD principles on artificial intelligence. OECD Legal Instruments.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 185.

Rahardjo, S. (2000). Ilmu hukum. Citra Aditya Bakti.

Rahmadani, S. (2024). Strategi pembelajaran pendidikan agama Islam di era digital: Tinjauan literatur kualitatif. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(6). https://doi.org/10.61132/jmpai.v2i3.385

Ramadani, S. (2024). The role of government and society in preventing narcotics crime in Indonesia. International Conference Epicentrum of Economic Global Framework, 632–637.

Ramadani, S., & Lase, N. A. (2025). Increasing public legal awareness of corruption in Hamparan Perak District Klambir Lima Kebun Village. Proceedings of International Conference on Islamic Community Studies, 1821–1828.

Ruggie, J. G. (2011). Guiding principles on business and human rights: Implementing the United Nations "Protect, Respect and Remedy" framework. United Nations Human Rights Council.

Syahranuddin, S., Ismaidar, I., Ramadani, S., & Aritonang, T. (2024). Implementation of village fund policy and anti-corruption challenges in Pasar Rawa Village, Gebang District. Proceeding International Seminar and Conference on Islamic Studies (ISCIS), 3(1).

Syavica, Z., Sahlepi, M. A., & Rahmayanti, R. (2025). The crime of child grooming as digital sexual harassment in the perspective of perpetrator accountability according to laws and regulations in Indonesia. Journal of Research in Social Science and Humanities, 5(3).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 1.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 251.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 196.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42.

Wall, D. S. (2007). Cybercrime: The transformation of crime in the information age. Polity Press.

Waruwu, P. R., Rahmayanti, R., Suryana, R., & Nurdana, S. A. (2026). Analisis hukum pidana terhadap kebocoran data pribadi dalam sistem elektronik di Indonesia. YUSTISI, 13(2).

Zuboff, S. (2019). The age of surveillance capitalism: The fight for a human future at the new frontier of power. PublicAffairs.

Zulkarnain, R., & Rahmayanti, R. (2026). Kedudukan artificial intelligence dalam sistem hukum Indonesia: Analisis normatif antara subjek hukum dan instrumen teknologi. SIBATIK Journal: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan, 5(5), 2482–2490.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Haris Habibi, Suci Ramadani, Rahmayanti Rahmayanti, Khairuddin Siregar, & Jhoni Muda Pratama Barus. (2026). Tanggung Jawab Hukum atas Kejahatan Siber yang Melibatkan Teknologi Artificial Intelligence di Indonesia. Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 5(2), 448–459. https://doi.org/10.30640/dewantara.v5i2.6908