Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui Budidaya dan Pengolahan TOGA Berbasis Ekonomi Kreatif di Desa Potronayan, Boyolali
DOI:
https://doi.org/10.30640/cakrawala.v5i3.7930Keywords:
Community Empowerment, Creative Economy, Family Medicinal Plants, Herbal Products, Women Farmers' GroupAbstract
This community service program aimed to empower the Women Farmers’ Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) in Potronayan Village, Boyolali, through the cultivation and processing of Family Medicinal Plants (Tanaman Obat Keluarga/TOGA) based on a creative economy approach. The program was implemented through participatory, educational, and innovative methods involving training, mentoring, and direct practice. The activities focused on improving TOGA cultivation and diversification, developing processed products, strengthening simple business management, and improving product branding and marketing. The results showed that the KWT was able to cultivate seven types of TOGA, with 95% of members participating in the training activities. The program also produced three value-added TOGA products, namely herbal tea bags, instant herbal powder, and dried simplicia, marketed under the brand “Berkah TOGA.” In addition, improvements were achieved in financial administration, organizational management, packaging, and product branding. These activities demonstrate that TOGA can be developed not only as a source of family health but also as a potential resource for strengthening community-based creative economic activities. The integration of cultivation, processing, management, and marketing provides a foundation for sustainable empowerment and increased utilization of local resources in Potronayan Village.
References
Afandi, Sajirun, & Subhan. (2022). Participatory action research dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 45–58.
Aisyah, S., & Nurhayati, T. (2021). Pemasaran digital produk herbal berbasis kelompok wanita tani dalam mendukung ekonomi kreatif pedesaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 18(2), 145–158.
Alrosyidi, A., Mardiana, S., & Rahayu, P. (2025). Keberlanjutan program pemberdayaan kelompok wanita tani berbasis tanaman obat keluarga. Jurnal Agribisnis dan Pemberdayaan Masyarakat, 11(1), 78–92.
Bappenas. (2020). Peta jalan SDGs Indonesia menuju 2030. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Fadhilah, N., Suryani, E., & Handayani, S. (2022). Pelatihan pengolahan dan pemasaran produk herbal bagi kelompok wanita tani. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(2), 112–125.
Fauziah, L., & Kurniawan, D. (2021). Tantangan pemberdayaan kelompok wanita tani dalam pengembangan tanaman obat keluarga di pedesaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 19(1), 78–92.
Fitriani, N., Kusumawardani, R., & Setyawati, D. (2024). Peningkatan pendapatan KWT melalui pengolahan dan pemasaran produk herbal di Kabupaten Sleman. Jurnal Ekonomi Kreatif, 12(1), 34–48.
Fortuna, T. A., Karuniawati, H., Dewi, S. K., Salsabila, N. A., Nuraini, D. L., & Astuti, D. Y. (2026). Pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Desa Potronayan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Prosiding University Research Colloquium, 22, 126–130.
Handayani, S., & Suryani, E. (2021). Efektivitas program pemberdayaan kelompok wanita tani berbasis tanaman obat keluarga di Kabupaten Bogor. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 17(3), 210–225.
Hariningsih, R., Purwanta, A., & Setyowati, N. (2025). Peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui pengolahan dan pengemasan berbasis ekonomi kreatif. Jurnal Agribisnis, 13(1), 56–70.
Haryoto, Irawan, A. M., & Fauzi, A. (2026). Pemberdayaan kelompok wanita tani melalui budidaya dan pengolahan TOGA berbasis ekonomi kreatif di Desa Potronayan, Boyolali [Laporan pengabdian masyarakat]. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Hawkins, D. (2010). Creative economy: Theory and practice. Routledge.
Hidayat, R., & Ramadhan, F. (2020). Ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal: Strategi pemberdayaan masyarakat pedesaan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 98–112.
Hidayati, S., Fadhilah, N., & Kurniawan, D. (2023). Metode participatory rural appraisal dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 21(1), 34–50.
Ife, J. (2016). Community development in an uncertain world: Vision, analysis and practice (2nd ed.). Cambridge University Press.
Indrawati, I., Maharani, D. P., Sapitri, N. P. H., Sulaeman, S., Rachmawati, S., & Tiffany, T. (2025). Optimalisasi pemanfaatan taman obat keluarga (TOGA) sebagai sumber herbal sehat dan minuman tradisional. Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 10–14.
Israel, B. A., Eng, E., Schulz, A. J., & Parker, E. A. (2026). Methods for community-based participatory research for health (3rd ed.). Jossey-Bass.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Participatory action research: Communicative action and the public sphere. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The SAGE handbook of qualitative research (3rd ed., pp. 559–603). SAGE Publications.
Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.
Lestari, N., & Hasanah, U. (2023). Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita tani melalui pendampingan budidaya TOGA di Kabupaten Klaten. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(2), 89–104.
Mardiana, S., Fitriah, N., & Rahayu, P. (2022). Pengolahan produk turunan TOGA sebagai upaya peningkatan nilai tambah ekonomi kelompok wanita tani. Jurnal Agribisnis dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 45–60.
Mardikanto, T., & Soebianto, P. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan publik. Alfabeta.
Mulyani, E., Sari, W., & Nugroho, A. (2022). Strategi pengembangan ekonomi kreatif berbasis tanaman obat keluarga di pedesaan. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 18(4), 312–328.
Ningsih, R., Utami, T., & Wahyuni, S. (2022). Pemberdayaan KWT melalui optimalisasi tanaman obat keluarga di Kabupaten Bantul. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani, 6(1), 55–70.
Prasetyo, B., & Widiyanto, T. (2019). Ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 22(2), 145–160.
Pratama, A., & Dewi, R. (2023). Kendala dan strategi pengembangan usaha kelompok wanita tani dalam pengolahan TOGA. Jurnal Manajemen Agribisnis, 15(1), 67–82.
Purnomo, H., & Sari, N. (2023). Kontribusi pemberdayaan kelompok wanita tani terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 10(2), 145–160.
Purwanta, A., Hariningsih, R., & Setyowati, N. (2025). Pendampingan pengembangan produk herbal berbasis tanaman obat keluarga. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 13(2), 89–104.
Rahmawati, A., & Widyastuti, T. (2020). Peran kelompok wanita tani dalam pemberdayaan ekonomi keluarga di pedesaan. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 8(1), 23–40.
Stringer, E. T. (2014). Action research (4th ed.). SAGE Publications.
Suharto, E. (2018). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Refika Aditama.
Sulistyowati, R., Hidayat, T., & Purwanto, E. (2020). Potensi tanaman obat keluarga sebagai sumber daya hayati untuk kesehatan mandiri dan ekonomi masyarakat. Jurnal Biologi Indonesia, 16(2), 178–192.
Sumardjo, Tjitropranoto, P., & Hubeis, A. V. S. (2020). Pemberdayaan masyarakat: Konsep, pendekatan, dan implementasi. IPB Press.
Susilawati, D., Purnomo, A., & Wijayanti, N. (2019). Peran kelompok wanita tani dalam pengembangan agroindustri berbasis sumber daya lokal. Jurnal Ilmu Pertanian, 24(3), 210–228.
Wenger, E. (2018). Communities of practice: Learning, meaning, and identity. Cambridge University Press.
Widayanti, S., Kurniawan, F., & Nugroho, B. (2021). Budidaya tanaman obat keluarga: Peluang dan tantangan pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan. Jurnal Hortikultura, 31(1), 89–104.
Wijaya, H., Putri, R., & Santoso, A. (2023). Digital marketing dan branding produk herbal dalam meningkatkan daya saing kelompok wanita tani. Jurnal Komunikasi Bisnis, 14(1), 34–50.
World Health Organization. (2019). WHO global report on traditional and complementary medicine 2019. World Health Organization.
World Health Organization. (2025). Global traditional medicine strategy 2025–2034. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Haryoto Haryoto, Ahmad Fauzi, Ady Irawan, Danang Raharjo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






