Peningkatan Pemahaman Santri dan Pengelola Pesantren dalam Mengolah dan Mengonsumsi Produk Serbuk Kelor-Jahe di Pondok Pesantren As-Salamah Betahwalang Kabupaten Demak

Authors

  • Anggita Dipika Wulandari Universitas Negeri Semarang
  • Rifda Naufa Lina Universitas Negeri Semarang
  • Matheus Prayoga Claus Universitas Negeri Semarang
  • Rahmawati salsa dinurrosifa Universitas Negeri Semarang
  • Laelatul Husniyah Universitas Negeri Semarang
  • Rizki Annisa Ramadhani Universitas Negeri Semarang
  • Setya Wahono Universitas Negeri Semarang
  • Aldo Octavian Ramadhan Saputra Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.30640/cakrawala.v5i3.7865

Keywords:

Community Empowerment, Ginger, Instant Powder, Moringa, Students

Abstract

Islamic boarding schools are educational environments characterized by communal living, presenting unique challenges for health maintenance. Factors such as high-density living, shared habits, and limited understanding of nutrition and the use of herbal ingredients can impact efforts to maintain the health of the students. Moringa oleifera and Zingiber officinale are local ingredients with potential for use in food diversification and herbal beverages. This community service activity aimed to enhance the understanding and skills of the students and administrators at the As-Salamah Betahwalang Islamic Boarding School regarding the utilization of Moringa and ginger by processing them into instant powder products. The activity employed an educational and participatory approach, encompassing education on balanced nutrition and immunity, an introduction to the benefits of Moringa and ginger, plant cultivation practices, demonstrations and training on instant powder production and packaging, and evaluation via pre- and post-tests. Participants actively engaged in discussions, demonstrations, processing practices, and cultivation activities. A Moringa-ginger instant powder product was successfully produced through a process involving ingredient preparation, boiling Moringa, processing ginger, filtering, heating, adding sugar, stirring until powder formed, and packaging. The activity also established Moringa and ginger cultivation practices as a strategy to ensure a sustainable supply of raw materials. This program provided the partners with a foundation of knowledge and skills for utilizing local herbal ingredients to create practical products with the potential for independent and sustainable development.

References

Aulia, A. (2024). Peran pendidikan pesantren dalam meningkatkan kecerdasan emosional santri (Studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Sotek). Jurnal Pendidikan Islam, 21(1). https://doi.org/10.34001/tarbawi.v21i1.6561

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2020). Buku saku obat tradisional untuk memelihara daya tahan tubuh (1st ed.).

Fadhilah Qonitah, S. R. A. D. A. L. (2024). Edukasi pemanfaatan tanaman jahe sebagai minuman herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat "Sidoluhur," 4(1), 386–390. https://doi.org/10.62951/unggulan.v1i4.1154

Fatmawati, N., Tgh, J., Rais, M., & Fatmawati, N. (2022). Pengaruh daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pencegahan stunting. Journal of Midwifery and Reproduction Science (FUNDUS), 3(1). https://doi.org/10.57267/fundus.v3i1.251

Jallow, A. S. (n.d.). The role of Islamic boarding school education in character formation (Perspective of Islamic psychology). Journal of Islamic Psychology, 1(1). https://doi.org/10.24269/almisykat.v1i1.6810

Jannah, H., Dharmawibawa, I. D., Harisanti, B. M., Muliadi, A., & Primawati, S. N. (2020). Pemberdayaan kesehatan mandiri santri melalui teknologi budidaya TOGA berbasis peningkatan imun tubuh di Pondok Pesantren Aliyah Nurul Islam Sekarbela. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1), 23. https://doi.org/10.36312/linov.v5i1.461

Jaya, H. R., Aliffiati, & Sudiarna, I. G. P. (2022). Sistem pengetahuan dan perilaku kesehatan di Pondok Pesantren Hidayatullah Denpasar terhadap penyakit scabies. Sunari Penjor: Journal of Anthropology, 6(2), 67. https://doi.org/10.24843/SP.2022.v6.i02.p02

Krisna, I., Mustain, A., Multasam, A., Fhatimah, R. K., Pratama, A., & Marahuni, C. (2023). Inovasi jahe menjadi olahan minuman instan yang kaya akan manfaat bagi imunitas tubuh. Community Development Journal, 4(3), 6147–6151.

Kurniasih. (2019). Khasiat & manfaat daun kelor untuk penyembuhan berbagai penyakit. Pustaka Baru.

Kurniawati, T. I., Hastuti, A. P., & Koesrini, J. (2022). Gambaran pengetahuan santriwati dalam meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi COVID-19 [Knowledge of students' boarding school to increase resistance immunity during pandemic COVID-19]. Jurnal Keperawatan Malang, 7(2).

Natasya, P., Siregar, B., Imaculata, K., Pedha, T., Floransia, K., & Resmianto, W. (2022). Review: Kandungan kimia jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan pembuktian in silico sebagai inhibitor SARS-CoV-2. Jurnal Pharmascience, 9(2), 185–200. https://doi.org/10.20527/jps.v9i2.13149

Neneng, H., Moaziah, S., & Nurlinda, S. (2018). Pengaruh konsentrasi serbuk ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dan tingkat kehalusan bahan terhadap karakteristik minuman instan serbuk kacang hijau (Vigna radiata L.). Pasundan Food Technology Journal, 5(1). https://doi.org/10.23969/pftj.v5i1.806

Penelitian, H., Febrianti, W., Anwar, K., & Romadhan, M. F. (2023). Asupan gizi dari asrama dan luar asrama kaitannya dengan status gizi siswi di boarding school Bogor. https://doi.org/10.36441/jtepakes.v5i2.1979

Rafiqi, O. Y., Muharry, A., Nasrulloh, A. A., & Prima, G. R. (2022). Pemanfaatan empon-empon untuk meningkatkan imun tubuh dalam menghadapi pandemi COVID-19 di Pondok Pesantren At-Tajdid Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (J-ABDI), 1(9). https://doi.org/10.53625/jabdi.v1i9.1271

Sheriff, J. A. (n.d.). The role of Islamic boarding school education in character formation (Perspective of Islamic psychology). Journal of Islamic Psychology, 1.

Sitanggang, D. H., Dhermawan, H., & Nyesn. (2021). Kebersihan tempat tidur dan sprei sebagai faktor risiko keluhan penyakit kulit di wilayah pesisir, Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang tahun 2028. Jurnal Teknologi Kesehatan, 16(2), 56–62. https://doi.org/10.29238/jtk.v16i2.888

Sulasmi, A. N. K. B. M. L. H. N. L. P. I. S. (2023). Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera L.) untuk mengatasi anemia. JPK: Jurnal Pengemas Kesehatan STIKes Bakti Utama Pati, 2(1), 18–25. https://doi.org/10.52299/jpk.v2i1.18

Uud Wahyudin, H. S. A. (2025). Sosialisasi sanitasi diri dan lingkungan di pesantren salafi melalui Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN) dalam membentuk sikap santri terhadap sanitasi. Jurnal Kajian Komunikasi, 3(2), 148–153. https://doi.org/10.24198/jkk.v3i2.7405

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Anggita Dipika Wulandari, Rifda Naufa Lina, Matheus Prayoga Claus, Rahmawati salsa dinurrosifa, Laelatul Husniyah, Rizki Annisa Ramadhani, … Aldo Octavian Ramadhan Saputra. (2026). Peningkatan Pemahaman Santri dan Pengelola Pesantren dalam Mengolah dan Mengonsumsi Produk Serbuk Kelor-Jahe di Pondok Pesantren As-Salamah Betahwalang Kabupaten Demak. Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 5(3), 150–165. https://doi.org/10.30640/cakrawala.v5i3.7865